ASME B31.3_Chapter II - Design

PART 1 - CONDITIONS AND CRITERIA

301 DESIGN CONDITIONS: tentang kwalifikasi menjadi Designer, definisi Temperature, Pressure, dan Force yang berlaku untuk piping design, dan menyatakan pertimbangan yang harus diberikan pada berbagai efek dan beban akibatnya. Lihat Appendix F, para. F301

  • 301.2 Design Pressure tidak boleh kurang dari kondisi paling parah (the most severe condition, hingga diperlukan komponen yang tebal dan rating tinggi) baik dari Pressure internal/ eksternal dan Temperature minimum/ maksimum, kecuali diatur dalam para 302.2.4. Components rating (para 304) digunakan jika terdapat lebih dari satu set kondisi pressure–temperature. Partition wall dirancang pada pipa yang dipisahkan dalam beberapa ruang penahan tekanan (jacketed piping, blanks, dll) berdasarkan perbedaan Temperatue (minimum/ maksimum) dan Pressure yang paling parah antara ruang-ruang yang berdekatan, kecuali sebagaimana diatur dalam para 302.2.4.

    Pressure Containment or Relief (penahan dan pelepasan tekanan) diatur di para. 322.6.3. Jika pipa tidak disediakan pressure-relieving device atau tidak bisa diisolasi maka harus dirancang untuk Pressure tertinggi yang mempertimbangkan pengaruh lingkungan sekitar, osilasi dan lonjakan tekanan, pengoperasian yang tidak tepat, dekomposisi fluida yang tidak stabil, tekanan statis, dan kegagalan alat kontrol.
  • Design Temperature: adalah Temperature pada Pressure yang bertepatan dengan Thickness atau Rating Komponem Tertinggi yang diperlukan sesuai dengan paragraf 301.2. Design Temperature mempertimbangkan Temperature fluida, suhu lingkungan, radiasi matahari, suhu media pemanas atau pendingin, dan ketentuan yang berlaku dari para 301.3.2, 301.3.3, dan 301.3.4.

    Uninsulated Piping Components: Temperature fluida < 65°C / 150°F  maka temperature komponen dianggap sebagai suhu fluida (kecuali jika radiasi matahari atau efek lain mengakibatkan suhu yang lebih tinggi). Temperature fluida >= 65°C / 150°F (kecuali jika suhu dinding rata-rata yang lebih rendah ditentukan melalui pengujian atau perhitungan perpindahan panas) maka Temperature Komponen tidak boleh kurang dari sekian persen (%) dari temperature fludidanya: 95% (valves, pipe, lapped ends, welding fittings, dan komponen lain dengan wall thickness sebanding dengan ketebalan pipa, 90% (flanges (kecualit lap joint), termasuk yang ada pada fittings and valve); 85% (lap joint flanges; 80% (bolting). 

    Externally Insulated Piping Components: temperature desain komponen = dengan suhu fluida (kecuali perhitungan, pengujian, pengalaman layanan mendukung penggunaan suhu lain. Jika pipa dipanaskan atau didinginkan dengan pemanas atau jaket maka harus dipertimbangkan dalam menetapkan suhu desain komponen). Internally Insulated Piping Components: temperature desain komponen berdasarkan perhitungan atau pengujian perpindahan panas. 
302 DESIGN CRITERIA

PART 2 - PRESSURE DESIGN OF PIPING COMPONENTS

303 GENERAL

304 PRESSURE DESIGN OF COMPONENTS


PART 3 - FLUID SERVICE REQUIREMENTS FOR PIPING COMPONENTS: 

305 PIPE

306 FITTINGS, BENDS, MITERS, LAPS, AND BRANCH CONNECTIONS

307 VALVES AND SPECIALTY COMPONENTS

308 FLANGES, BLANKS, FLANGE FACINGS, AND GASKETS

309 BOLTING


PART 4 - FLUID SERVICE REQUIREMENTS FOR PIPING 310 GENERAL JOINTS

310 GENERAL

311 WELDED JOINTS

313 EXPANDED JOINTS

314 THREADED JOINTS

315 TUBING JOINTS

316 CAULKED JOINTS

317 SOLDERED AND BRAZED JOINTS

318 SPECIAL JOINTS


PART 5 - FLEXIBILITY AND SUPPORT

319 PIPING FLEXIBILITY

320 ANALYSIS OF SUSTAINED LOADS

321 PIPING SUPPORT

322 SPECIFIC PIPING SYSTEMS